Advertisement
Berita
Home » Berita » IFEX 2026 Jadi Panggung Furnitur Indonesia ke Pasar Global

IFEX 2026 Jadi Panggung Furnitur Indonesia ke Pasar Global

PAPERA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo 2026 sebagai upaya mempercepat pengembangan subsektor kriya dan desain produk lokal ke pasar global.

Pameran furnitur internasional tersebut dinilai menjadi ruang penting bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing produk.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan dukungan pemerintah diarahkan untuk memastikan industri kreatif nasional tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga unggul dalam desain dan strategi pemasaran.

“Kementerian Ekraf ingin memastikan bahwa pegiat industri kreatif tidak hanya unggul dari sisi produksi, tetapi juga berdaya saing untuk segi desain, keberlanjutan bahan baku, serta strategi pemasaran global,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, pada Jumat, 6 Maret 2025.

Teuku Riefky menilai ekosistem industri kreatif yang kuat akan membuka peluang besar bagi furnitur Indonesia untuk bersaing di pasar internasional. Produk furnitur lokal dinilai memiliki potensi besar dari sisi desain, material, maupun kualitas pengerjaan.

DKPPP Temanggung Awasi Peredaran Daging di Pasar Tradisional

Menurut dia, pameran berskala internasional seperti IFEX memberikan ruang promosi yang luas bagi pelaku usaha furnitur dan kerajinan Indonesia.

Ia mengatakan, IFEX 2026 menjadi momentum untuk mempercepat ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia.

Teuku Riefky menegaskan ajang ini menjadi bukti bahwa industri furnitur termasuk salah satu subsektor ekonomi kreatif yang mempunyai daya saing kuat dan kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional.

Pameran furnitur internasional dinilai mampu mempertemukan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem. Desainer, produsen, serta pelaku usaha dapat menampilkan karya sekaligus membangun jaringan bisnis dengan pembeli dari berbagai negara.

Menurut dia, pameran seperti IFEX menjadi panggung aktivasi bagi para desainer dan pegiat industri furnitur Indonesia untuk memperlihatkan kualitas, kreativitas, dan inovasi kepada pengunjung internasional.

Harga Cabai Rawit Terjangkau, Pasokan Aman Jelang Lebaran

“Kementerian Ekraf akan terus mendukung produk furnitur nasional agar semakin dikenal dan diminati pasar global,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Sebagai pameran furnitur dan kerajinan home décor berskala internasional, IFEX menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pemangku kepentingan industri. Ajang ini mempertemukan desainer, asosiasi industri, pemerintah, serta pelaku usaha furnitur dan kerajinan dengan pembeli dari luar negeri.

Importir, distributor, serta pelaku bisnis global juga hadir dalam pameran tersebut. Pertemuan langsung antara produsen dan pembeli diharapkan mendorong kerja sama bisnis sekaligus memperluas jaringan perdagangan furnitur Indonesia.

Penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo 2026 berlangsung pada 5–8 Maret 2026. Pameran ini merupakan hasil sinergi antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia dan PT Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara.

Penyelenggaraan IFEX pada tahun sebelumnya dinilai berhasil memperluas jaringan pasar internasional bagi produk furnitur Indonesia. Sejumlah pembeli dari berbagai kawasan dunia tercatat hadir dalam pameran tersebut.

Program MBG Serap Hasil Panen Petani, Don Muzakir: Ekonomi Desa Ikut Tumbuh

Pasar dari kawasan Eropa, Amerika Serikat, Tiongkok, Australia, hingga India menjadi bagian dari jaringan bisnis yang terbentuk melalui pameran tersebut.

Data penyelenggara menunjukkan Indonesia International Furniture Expo 2025 mencatat potensi transaksi hingga 350 juta dolar AS. Pameran itu juga diikuti sekitar 500 eksibitor dari berbagai daerah di Indonesia.

Partisipasi tersebut menunjukkan tingginya minat pelaku industri untuk memperkenalkan produk furnitur dan kerajinan Indonesia kepada pasar global.

Dukungan Kementerian Ekraf dalam IFEX 2026 juga diwujudkan melalui penyediaan booth khusus yang menampilkan sejumlah jenama kriya lokal. Enam merek yang ditampilkan antara lain Abbacraft, Craftote, El Art, Lumosh Living, Manamu, dan Passion of Art Indonesia (POAI).

Kehadiran jenama tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan desain dan kerajinan Indonesia kepada pengunjung internasional yang datang ke pameran.

Program kolaborasi kreatif juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pameran. Salah satu proyek yang diperkenalkan adalah RaRe Project atau Rattan Refreshed & Regeneration.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *